Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 22 Juni 2026

Dia Sibuk ketika Semua Orang Pergi

Dia Sibuk ketika Semua Orang Pergi

Ada seorang petugas kebersihan masjid yang sudah berusia lebih dari enam puluh tahun. Setiap selesai salat berjamaah, ketika semua orang pulang, ia justru memungut tisu yang berserakan, merapikan Al-Qur'an yang tidak pada tempatnya, mengisi kembali air wudu, dan menyapu halaman masjid.

Pekerjaan itu ia lakukan selama bertahun-tahun.
Suatu hari, seorang jamaah bertanya,
"Pak, berapa gaji bapak mengurus masjid ini?"
Orang tua itu tersenyum.
"Saya tidak digaji."
"Lalu kenapa bapak tetap datang setiap hari?"
Matanya berkaca-kaca.
"Sebab saya takut datang kepada Allah nanti dengan tangan kosong."
Jawaban itu membuat jamaah tersebut terdiam.

Beberapa bulan kemudian, lelaki tua itu meninggal dunia.
Pada malam pertama setelah kepergiannya, Tidak ada lagi yang mengisi tempat air wudhu. Tidak ada lagi yang membersihkan sajadah sebelum Subuh.
Tidak ada lagi yang memungut sampah kecil. 

Barulah mereka mengerti.
Selama bertahun-tahun, ada seseorang yang diam-diam menjaga rumah Allah tanpa pernah meminta penghargaan.

Ketika jenazahnya disalatkan, masjid penuh sesak. Banyak yang menangis.
Bukan karena kehilangan orang terkenal.
Tetapi karena kehilangan seorang hamba yang hidupnya sederhana, namun umurnya dihabiskan untuk melayani agama Allah.

Sahabatku...
Tidak semua orang dikenang karena jabatannya.
Tidak semua orang dicintai karena hartanya.
Ada orang yang namanya jarang disebut di dunia, tetapi disebut dengan bangga oleh para malaikat di langit.

Maka pagi ini, jangan remehkan kebaikan kecil yang istiqamah.
Mungkin satu sajadah yang kita rapikan, satu Al-Qur'an yang kita letakkan dengan baik, satu doa yang kita panjatkan setelah Subuh, akan menjadi cahaya yang menyambut kita ketika dunia telah kita tinggalkan.

Karena di akhir perjalanan, yang dicari bukan tepuk tangan manusia, melainkan ridha Allah Yang Maha Mulia.

Tidak ada komentar: