JANGAN MENUNGGU HATI LEMBUT BARU BERIBADAH
Banyak orang berkata, "Nanti kalau hati saya sudah tenang, saya akan rajin shalat. Nanti kalau urusan selesai, saya akan lebih dekat kepada Allah."
Padahal yang benar justru sebaliknya.
Bukan hati tenang dulu baru rajin beribadah, tetapi beribadahlah, maka Allah akan menenangkan hati.
Allah berfirman:
"Alaa bidzikrillahi tathma'innul quluub."
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Jangan menunggu lapang baru bersujud. Justru sujud itulah yang akan melapangkan.
Jangan menunggu kuat baru ke masjid. Justru langkah ke masjid itulah yang akan menguatkan.
Jangan menunggu kaya baru bersedekah. Justru sedekah itulah yang membuka pintu rezeki.
Ada kisah seorang lelaki tua yang hidupnya penuh kesulitan. Usahanya merugi, hutangnya menumpuk, dan keluarganya sering kekurangan. Namun ia tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah Subuh di masjid.
Ketika ditanya rahasianya, ia menjawab,
"Kalau aku meninggalkan Allah karena masalahku, siapa yang akan menyelesaikan masalahku?"
Tahun demi tahun berlalu. Allah membukakan jalan yang tidak pernah ia sangka. Hutangnya lunas, usahanya kembali hidup, dan keluarganya berkecukupan. Namun yang paling ia syukuri bukanlah kekayaannya, melainkan nikmat tetap bisa sujud ketika hidup sedang sulit.
Pagi ini, jangan hitung berapa banyak masalah yang datang.
Hitunglah berapa banyak nikmat Allah yang masih tersisa.
Mata masih melihat.
Telinga masih mendengar.
Lidah masih berdzikir.
Dan pintu taubat masih terbuka.
Semoga pagi ini Allah menguatkan langkah kita menuju ketaatan, melapangkan rezeki kita, mengampuni dosa-dosa kita, menjaga anak cucu kita, dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah.
Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar