Jangan Tinggalkan Salat Taubat Sebelum Tahajud dan Witir
Suatu malam, seorang ulama dikunjungi seorang lelaki tua yang wajahnya dipenuhi penyesalan.
"Guru," katanya sambil menangis, "umur saya sudah enam puluh tahun. Dosa saya terlalu banyak. Apakah Allah masih mau menerima taubat saya?"
Sang ulama tersenyum lalu bertanya, "Apakah engkau masih bernapas?"
"Masih."
"Berarti pintu taubat masih terbuka."
Sejak malam itu, lelaki tersebut mengubah kebiasaannya. Setiap sepertiga malam terakhir ia bangun, berwudu, lalu mengawali ibadahnya dengan salat taubat dua rakaat. Setelah itu ia melaksanakan tahajud, berdoa dengan penuh harap, kemudian menutup malamnya dengan salat witir.
Bulan demi bulan berlalu. Orang-orang melihat perubahan yang luar biasa. Wajahnya menjadi teduh, lisannya lembut, keluarganya kembali harmonis, dan yang paling membahagiakan, ia wafat dalam keadaan yang sangat baik. Orang-orang yang mengenalnya berkata, "Malam telah mengubah hidupnya."
Begitulah kekuatan taubat. Sebelum kita meminta rezeki, kesehatan, atau kemudahan kepada Allah dalam tahajud, bersihkan dahulu hati dengan memohon ampun kepada-Nya.
Allah berfirman:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi." (QS. Ali 'Imran: 133)
Allah juga memuji hamba-hamba-Nya yang menghidupkan malam dengan istigfar:
"Dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." (QS. Adz-Dzariyat: 18)
Rasulullah SAW bersabda:
"Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau SAW juga bersabda:
"Jadikanlah salat witir sebagai penutup salat kalian pada malam hari." (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, biasakanlah urutan ibadah malam yang indah:
• Salat taubat dua rakaat. • Salat tahajud. • Perbanyak istigfar dan doa. • Tutup dengan salat witir.
Siapa yang datang kepada Allah dengan hati yang penuh penyesalan, niscaya Allah akan menyambutnya dengan ampunan dan kasih sayang.
Jangan menunggu sampai usia senja. Jangan menunggu sakit. Jangan menunggu ajal mendekat.
Mungkin, salat taubat yang kita lakukan malam ini adalah salat yang menghapus dosa-dosa kita.
Tahajud yang kita dirikan adalah salat yang mengangkat derajat kita. Dan witir yang kita tutupkan adalah ibadah terakhir yang menjadi saksi bahwa kita tidur dalam keadaan taat kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar