Kuburnya Harum, Malaikat Pun Terdiam
Cerpen: oleh Ismilianto
Malam itu, hujan baru saja reda. Angin berembus pelan ketika kabar duka menyebar dari rumah sederhana di ujung kampung.
Pak Hasan telah wafat.
Beliau bukan orang kaya. Bukan pula seorang ulama terkenal. Sehari-harinya hanya petani biasa. Hidupnya sederhana, tutur katanya lembut, tidak suka menyakiti hati orang lain.
Namun ada satu amalan yang hampir tidak pernah beliau tinggalkan.
Setiap selesai salat Isya, sebelum tidur, beliau selalu membaca Surah Al-Mulk hingga selesai.
Anak-anaknya sering bertanya, "Ayah, kenapa setiap malam membaca Surah Al-Mulk?"
Beliau hanya tersenyum.
"Kalau suatu saat Ayah sendirian di alam kubur, semoga Allah menjadikan Surah Al-Mulk sebagai teman dan pembela."
Tak ada yang menyangka, malam itu menjadi malam terakhir beliau membaca surah itu.
Keesokan paginya, beliau ditemukan telah berpulang dengan wajah yang begitu tenang.
Saat dimandikan, para tetangga saling berpandangan.
"Apa kalian mencium bau ini?"
"Iya... harum sekali..."
Harumnya bukan seperti minyak wangi biasa, melainkan semerbak yang menenangkan hati.
Ketika kain kafan mulai dililitkan, aroma itu justru semakin kuat.
Orang-orang yang hadir merinding.
Saat jenazah dibawa ke pemakaman, keharuman itu masih terus tercium.
Yang lebih mengherankan lagi, ketika liang lahat digali, tanah yang biasanya berbau lembap justru mengeluarkan aroma yang sangat wangi.
Seorang penggali kubur berkata lirih,
"Seumur hidup saya menggali ratusan kubur, baru kali ini tanahnya seharum ini."
Semua yang hadir meneteskan air mata.
Mereka sadar, kemuliaan seseorang tidak selalu tampak ketika hidup, tetapi sering kali Allah tampakkan ketika ia telah wafat.
Malam pertama di alam kubur adalah malam yang paling menegangkan bagi setiap manusia.
Namun Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Surah Al-Mulk memiliki keutamaan yang sangat besar.
Beliau bersabda:
"Ada satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat yang memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni, yaitu Surah Al-Mulk."
(HR. At-Tirmidzi)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Surah Al-Mulk menjadi pelindung dari azab kubur.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar membacanya setiap malam.
Adapun cerita bahwa malaikat sama sekali tidak bertanya di dalam kubur karena seseorang membaca Surah Al-Mulk tidak memiliki dasar yang sahih dalam hadis. Yang dijelaskan dalam hadis-hadis sahih adalah bahwa Surah Al-Mulk menjadi sebab perlindungan dari azab kubur dan memberi syafaat bagi pembacanya, bukan menghapus adanya pertanyaan kubur.
Allah berfirman:
"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya."
(QS Al-Mulk: 2)
Maut tidak memilih usia, jabatan, maupun kekayaan.
Yang akan menemani kita hanyalah iman dan amal saleh.
Mungkin kita tidak mampu menghafal banyak surah.
Namun jika mulai malam ini kita membiasakan membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur dengan ikhlas, semoga Allah menjadikannya cahaya di alam kubur, pelindung dari azab, dan pemberi syafaat pada hari kiamat.
Karena pada akhirnya, bukan panjangnya umur yang menentukan kemuliaan seseorang, melainkan amal yang terus ia jaga hingga napas terakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar