Surah Al-Mulk Menjadi Pembelanya
Cerpen:oleh Ismilianto
Malam itu langit begitu teduh.
Pak Hasan mengembuskan napas terakhirnya setelah salat Isya. Sebelum wafat, bibirnya masih sempat berbisik membaca Surah Al-Mulk, sebagaimana kebiasaannya setiap malam.
Tidak ada yang menyangka, itulah bacaan terakhirnya di dunia.
Ketika jenazah dimandikan, seluruh ruangan dipenuhi aroma harum yang sulit dilukiskan.
"Subhanallah... wangi sekali," bisik seorang tetangga.
Saat kain kafan membungkus tubuhnya, keharuman itu justru semakin semerbak.
Di pemakaman, para penggali kubur kembali dibuat heran.
Tanah yang baru digali mengeluarkan aroma harum, seolah-olah bumi sedang menyambut seorang hamba yang dicintai Allah.
Usai pemakaman, satu per satu pelayat pulang.
Tinggallah Pak Hasan sendirian di dalam kuburnya.
Gelap.
Sunyi.
Tak ada lagi keluarga.
Tak ada lagi sahabat.
Yang tersisa hanyalah amal.
Tak lama kemudian, datanglah dua malaikat yang ditugaskan Allah untuk mendatangi setiap manusia di alam kubur.
Dengan izin Allah, mereka hendak menanyakan pertanyaan yang akan menentukan keadaan seorang hamba di alam barzakh.
Namun, pada saat itulah tampak cahaya memenuhi liang kubur.
Seakan-akan bacaan Surah Al-Mulk yang selama ini istiqamah dibaca hadir sebagai pembela.
Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Surah Al-Mulk adalah penghalang; ia melindungi pembacanya dari azab kubur."
(Hadis dengan makna yang diriwayatkan dari beberapa jalur dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama.)
Maka kubur itu menjadi lapang.
Udara menjadi sejuk.
Rasa takut berubah menjadi ketenangan.
Allah meneguhkan hati hamba-Nya sehingga ia mampu menjawab pertanyaan malaikat dengan benar.
Sebab Allah telah berfirman:
"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS Ibrahim: 27)
Pak Hasan pun menjawab dengan penuh keyakinan:
"Rabbku adalah Allah."
"Agamaku Islam."
"Nabiku adalah Muhammad SAW."
Dengan izin Allah, ujian itu dilaluinya dengan mudah.
Lalu dibukakan baginya sebuah pintu menuju kenikmatan surga.
Aroma surga mulai memasuki liang kuburnya.
Kuburnya menjadi luas sejauh mata memandang.
Ia pun beristirahat dengan tenang hingga datang hari kebangkitan.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada amal yang sia-sia.
Rasulullah SAW bersabda:
"Ada satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat yang memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni, yaitu Surah Al-Mulk." (HR. At-Tirmidzi)
Karena itu, marilah kita membiasakan membaca Surah Al-Mulk setiap malam sebelum tidur. Kita tidak tahu malam mana yang akan menjadi malam terakhir kita di dunia.
Semoga ketika seluruh manusia meninggalkan kita di liang kubur, Allah mengirimkan amal-amal saleh sebagai teman, pelindung, dan penenang hingga datang hari perjumpaan dengan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar