Surah Al-Mulk Menjadi Pembelanya
Cerpen: oleh Ismilianto
Malam itu langit begitu bening. Angin berembus pelan, seolah enggan mengusik keheningan.
Usai menunaikan salat Isya, Pak Hasan duduk di atas sajadahnya. Seperti malam-malam sebelumnya, kedua bibirnya kembali melantunkan Surah Al-Mulk. Tiga puluh ayat yang telah bertahun-tahun menjadi teman sebelum tidur itu mengalir lembut dari lisannya.
"Tabārakalladzī biyadihil mulku..."
Tak ada yang mengetahui bahwa itulah bacaan terakhirnya di dunia.
Sesaat kemudian, kepalanya tertunduk. Wajahnya begitu damai. Senyum tipis masih tersisa di bibirnya ketika ruhnya kembali kepada Sang Pencipta.
Keesokan harinya, rumah sederhana itu dipenuhi pelayat.
Saat jenazah dimandikan, seorang yang membantu memandikan tiba-tiba terdiam.
"Subhanallah... harum sekali..."
Yang lain mengangguk pelan. Tak ada parfum. Tak ada minyak wangi. Namun ruangan itu dipenuhi aroma yang menenangkan hati.
Ketika tubuh Pak Hasan dibungkus kain kafan, keharuman itu justru semakin semerbak. Beberapa pelayat saling berpandangan, sementara air mata mereka perlahan jatuh tanpa disadari.
Di pemakaman, keajaiban itu kembali terasa.
Seorang penggali kubur mengangkat segenggam tanah lalu mendekatkannya ke hidung.
"Wangi... tanah ini wangi..."
Mereka saling berpandangan penuh takjub. Seakan bumi pun sedang menyambut seorang hamba yang selama hidupnya selalu mengingat Tuhannya.
Usai talqin dan doa selesai dibacakan, satu demi satu pelayat meninggalkan makam.
Tangis keluarga semakin menjauh.
Langkah kaki mereka perlahan menghilang.
Kini Pak Hasan benar-benar sendiri.
Tak ada lagi istri yang menggenggam tangannya.
Tak ada lagi anak-anak yang memanggil namanya.
Tak ada lagi sahabat yang menemani.
Yang tinggal hanyalah amal-amal yang dahulu ia bawa dengan ikhlas.
Gelap menyelimuti liang kubur.
Sunyi begitu dalam.
Lalu, dengan izin Allah, datanglah dua malaikat yang diutus untuk mendatangi setiap hamba di alam barzakh.
Saat itulah, rahmat Allah turun memenuhi kubur Pak Hasan.
Liang kubur yang sempit berubah menjadi lapang.
Udara yang gelap dipenuhi cahaya ketenangan.
Rasa takut yang biasa menghampiri manusia berganti dengan ketenteraman yang sulit digambarkan.
Allah meneguhkan hati hamba-Nya.
Sebagaimana firman-Nya,
"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS Ibrahim: 27)
Dengan hati yang mantap, Pak Hasan menjawab,
"Rabbku adalah Allah."
"Agamaku Islam."
"Nabiku Muhammad SAW."
Maka Allah memuliakannya.
Kuburnya dilapangkan sejauh mata memandang.
Sebuah pintu menuju kenikmatan surga dibukakan baginya.
Angin surga berembus lembut membawa kesejukan dan aroma yang tak pernah ada di dunia.
Di saat itulah tampak betapa berharganya amal yang selama ini dianggap sederhana.
Surah Al-Mulk yang hampir setiap malam ia baca menjadi sebab datangnya perlindungan Allah dari azab kubur.
Rasulullah SAW bersabda,
"Surah Tabārak (Al-Mulk) adalah penghalang yang melindungi pembacanya dari azab kubur."
Dalam hadis lain beliau juga bersabda,
"Ada satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat. Surah itu memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni, yaitu Surah Al-Mulk." (HR. At-Tirmidzi)
Malam demi malam, Pak Hasan dahulu mungkin tidak pernah membayangkan bahwa bacaan yang hanya memerlukan beberapa menit itu kelak menjadi salah satu sebab datangnya kasih sayang Allah di alam kubur.
Kini keluarganya hanya bisa berdoa dari dunia.
Namun Surah Al-Mulk yang dahulu ia baca dengan istiqamah telah lebih dahulu "menemaninya" sebagai amal saleh yang terus memberi manfaat dengan izin Allah.
Maka, jangan pernah merasa berat membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur.
Kita tidak pernah tahu, malam ini mungkin masih menjadi milik kita.
Namun boleh jadi, malam esok Surah Al-Mulk-lah yang menjadi bacaan terakhir sebelum malaikat maut datang menjemput.
Semoga Allah menjadikan lisan kita selalu basah dengan Al-Qur'an, mengakhiri hidup kita dalam husnul khatimah, melapangkan kubur kita, melindungi kita dari azab kubur, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar