KEMATIAN BISA DATANG SAAT KITA LENGAH
Petang mulai turun. Matahari yang sejak pagi bersinar terang perlahan menghilang di balik cakrawala. Tidak ada yang mampu menahannya. Begitulah umur manusia. Setiap petang yang berlalu adalah tanda bahwa jatah hidup kita pun sedang berkurang.
Ada kisah seorang ayah berpamitan kepada istrinya.
"Sebentar ya, aku ke masjid untuk salat Magrib."
Ia berjalan seperti biasanya. Di masjid, ia mengambil wudu, lalu duduk menunggu iqamah sambil berzikir. Ketika azan selesai berkumandang, ia masih sempat tersenyum kepada jamaah di sebelahnya.
Namun beberapa saat kemudian tubuhnya perlahan rebah. Jamaah mengira ia hanya pingsan. Mereka segera mengangkatnya.
Ternyata Allah telah memanggilnya.
Ia mengembuskan napas terakhir di rumah Allah, dalam keadaan menunggu salat berjamaah.
Di rumahnya, sang istri masih menunggu suaminya pulang untuk makan malam bersama. Yang datang justru kabar duka.
Betapa banyak orang yang pagi hari masih bercanda, sore hari sudah menjadi jenazah.
Betapa banyak yang berencana untuk besok, padahal malam ini namanya telah dipanggil oleh malaikat maut.
Karena itu, jangan lengah.
Allah berfirman:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
(QS. Ali 'Imran: 185)
Dan Allah juga mengingatkan:
"Tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati." (QS. Luqman: 34)
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian."
Mengapa kita diperintahkan sering mengingat kematian?
Karena orang yang mengingat kematian akan lebih mudah menjaga salatnya, lebih ringan memaafkan, lebih berhati-hati dalam berbicara, lebih ikhlas bersedekah, dan tidak terlalu mencintai dunia.
Petang ini, sebelum malam benar-benar datang, mari bertanya kepada diri sendiri.
Seandainya malam ini adalah malam terakhirku, apakah salatku sudah baik?
Apakah kedua orang tuaku sudah cukup aku doakan?
Apakah masih ada orang yang tersakiti oleh lisanku?
Apakah hartaku sudah ada yang menjadi bekal akhirat melalui sedekah?
Jangan menunggu tua untuk bertobat. Jangan menunggu sakit untuk beribadah. Jangan menunggu esok untuk berbuat baik. Sebab yang dijanjikan Allah bukanlah hari esok, melainkan kesempatan yang masih kita miliki saat ini.
Semoga petang ini menjadi petang yang menghidupkan hati, memperbanyak istigfar, memperindah salat, dan mendekatkan kita kepada Allah, agar ketika saat itu tiba, kita dipanggil dalam keadaan Allah ridha kepada kita.
Ya Allah, husnul khatimah adalah harapan kami. Jangan biarkan kami lengah hingga ajal datang tanpa bekal. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar