Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 07 Juni 2026

Mengapa Ada Orang yang Kembali Enggan Shalat Berjamaah di Masjid, Padahal Dulu Rajin?

Mengapa Ada Orang yang Kembali Enggan Shalat Berjamaah di Masjid, Padahal Dulu Rajin?

Fenomena ini sering terjadi. Seseorang yang dahulu hampir tidak pernah absen dari masjid, tiba-tiba mulai jarang datang. Awalnya hanya sesekali, lalu semakin sering, hingga akhirnya masjid menjadi tempat yang asing baginya.
Allah telah mengingatkan bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang. Karena itu, semangat beribadah juga bisa naik dan turun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal memiliki masa semangat, dan setiap masa semangat memiliki masa lemah." (HR. Ahmad)
Beberapa penyebabnya antara lain:
Karena dosa-dosa yang tidak disadari
Dosa memiliki pengaruh besar terhadap hati. Hati yang tadinya ringan melangkah ke masjid menjadi berat.
Allah berfirman:
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14)
Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata:
"Seseorang terhalang melakukan kebaikan karena dosa yang dilakukannya."
Karena merasa sudah cukup baik
Ini termasuk perangkap yang halus. Ketika seseorang merasa dirinya sudah baik, kebutuhan untuk memperbaiki diri menjadi berkurang.
Allah berfirman:
"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32)
Karena terlalu sibuk dengan urusan dunia
Pekerjaan, bisnis, pergaulan, media sosial, dan berbagai kesibukan dapat menggeser prioritas.
Allah berfirman:
"Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah." (QS. Al-Munafiqun: 9)
Karena kehilangan lingkungan yang baik
Teman-teman yang dahulu mengajak ke masjid mungkin sudah pindah, sibuk, atau meninggal dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seseorang mengikuti agama teman dekatnya." (HR. Abu Dawud)
Ketika lingkungan berubah, semangat ibadah juga sering ikut berubah.
Karena godaan setan yang tidak pernah berhenti
Setan tidak terlalu sibuk menggoda orang yang sudah jauh dari masjid. Justru orang yang berada di jalan kebaikan sering menjadi sasaran utama.
Allah berfirman:
"Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka." (QS. Al-A'raf: 17)
Setan membisikkan:
"Besok saja ke masjid." "Shalat di rumah juga sah." "Kamu capek." "Hujan sedikit saja tidak apa-apa."
Lama-kelamaan kebiasaan baik pun hilang.
Kisah yang Menggetarkan
Dikisahkan ada seorang lelaki tua yang selama puluhan tahun selalu hadir di masjid sebelum azan. Warga kampung mengenalnya sebagai penghuni saf pertama.
Suatu hari ia mulai jarang terlihat. Beberapa bulan kemudian seorang sahabatnya datang menjenguk.
Dengan mata berkaca-kaca lelaki tua itu berkata:
"Awalnya saya hanya sekali meninggalkan jamaah tanpa alasan. Besoknya terasa lebih mudah. Minggu berikutnya semakin mudah. Sekarang saya ingin kembali seperti dulu, tetapi hati saya terasa berat sekali."
Ia lalu menangis dan berkata:
"Jangan pernah meremehkan satu kali meninggalkan masjid tanpa uzur. Karena saya kehilangan kebiasaan yang saya bangun puluhan tahun hanya karena sedikit kelalaian."
Betapa banyak orang yang menyesal ketika usia sudah senja, sementara langkah menuju masjid tidak lagi sekuat dahulu.
Kisah Inspiratif
Sebaliknya, ada pula seorang pedagang yang sempat bertahun-tahun meninggalkan jamaah. Suatu Subuh ia mendengar kabar bahwa sahabat dekatnya meninggal mendadak pada malam hari.
Saat melihat jenazah sahabatnya di masjid, ia berkata dalam hati:
"Kemarin kami masih berbicara. Hari ini ia sudah dibawa ke kubur."
Sejak hari itu ia kembali menjaga jamaah lima waktu. Ketika ditanya apa yang mengubahnya, ia menjawab:
"Saya sadar bahwa kematian tidak menunggu saya menjadi lebih siap."
Renungan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh berjamaah. Seandainya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak." (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, jika suatu hari hati terasa berat menuju masjid, jangan ikuti rasa berat itu. Paksa diri melangkah. Sering kali yang berat bukan kaki kita, melainkan hati yang sedang diuji.
Sebab orang yang masih merasa kehilangan ketika tidak ke masjid adalah orang yang insya Allah masih memiliki cahaya iman dalam hatinya. Dan salah satu tanda Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba adalah ketika Allah mengembalikannya lagi ke saf-saf jamaah yang pernah ia cintai.

Tidak ada komentar: