SETAN SELALU MENGGODA ORANG YANG INGIN BAIK
Setan tidak terlalu sibuk mengejar orang yang sudah jauh dari Allah. Yang paling sering menjadi sasaran adalah orang yang sedang berusaha taat, sedang memperbaiki diri, sedang rajin salat, sedang gemar bersedekah, dan sedang mendekat kepada Al-Qur'an.
Allah mengabadikan sumpah Iblis:
"Qala fabima aghwaitani la aq'udanna lahum shirathakal mustaqim."
"Iblis berkata: Karena Engkau telah menghukumku tersesat, pasti aku akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus." (QS. Al-A'raf: 16)
Perhatikan, Iblis tidak berkata, "Aku akan menunggu mereka di tempat maksiat." Tetapi ia berkata, "Aku akan menghalangi mereka di jalan yang lurus."
Kisah nyata sering terjadi di sekitar kita.
Ada seseorang yang bertahun-tahun tidak pernah ke masjid. Hidupnya biasa saja. Namun ketika ia mulai rajin salat berjamaah, tiba-tiba muncul berbagai gangguan. Kadang malas yang luar biasa, kadang ada urusan mendadak saat azan berkumandang, kadang ada bisikan, "Besok saja lebih rajin."
Ada pula seorang wanita yang mulai berhijab syar'i. Sebelumnya hidupnya tenang. Ketika mulai menutup aurat dengan baik, ia justru mendapat ejekan dan cibiran. Hatinya sempat goyah.
Padahal itu salah satu cara setan agar ia kembali mundur.
Bahkan orang yang rajin bersedekah pun tidak luput dari godaan.
Saat hendak membantu fakir miskin, tiba-tiba muncul bisikan:
"Kalau uangmu habis bagaimana?"
"Anakmu nanti makan apa?"
"Jangan dulu sedekah, tunggu kaya."
Padahal Allah berfirman:
"Asy-syaithanu ya'idukumul faqra wa ya'murukum bil fahsya'. Wallahu ya'idukum maghfiratan minhu wa fadhlan."
"Setan menjanjikan kemiskinan kepadamu dan menyuruh berbuat kejahatan, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu."
(QS. Al-Baqarah: 268)
Seorang ulama berkata, jika engkau tidak pernah diganggu setan, periksa kembali arah perjalananmu. Sebab pencuri tidak mengejar rumah yang kosong.
Ketika seseorang mulai bangun tahajud, setan membuatnya mengantuk.
Ketika seseorang mulai berbakti kepada orang tua, setan membisikkan rasa kesal.
Ketika seseorang mulai menjaga lisan, setan memancing amarah.
Ketika seseorang mulai gemar berzikir, setan membuatnya sibuk dengan hal-hal yang tidak penting.
Namun kabar baiknya, semakin besar godaan yang berhasil dilawan, semakin tinggi pula derajat di sisi Allah.
Karena itu jangan heran jika setelah menjadi lebih baik, ujian terasa lebih berat. Jangan menganggap itu tanda Allah meninggalkan kita. Justru sering kali itu tanda bahwa kita sedang berada di jalan yang benar dan sedang diperjuangkan untuk dipalingkan.
Malam ini, jika hati terasa berat untuk beribadah, jangan menyerah.
Boleh jadi setan sedang bekerja keras karena ia melihat Anda sedang melangkah menuju kebaikan yang lebih besar.
"Innasy-syaithana lakum 'aduwwun fattakhidzuhu 'aduwwa."
"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuhmu."
(QS. Fatir: 6)
Semoga Allah meneguhkan langkah kita di atas jalan yang lurus, menjaga hati kita dari tipu daya setan, dan mengakhiri hidup kita dalam husnul khatimah. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar