Rahasia Ampunan dan Jalan Keluar dari Kesulitan
Dzikir dan doa:
Allahummaghfir li wa tub 'alayya innaka antat-Tawwabur Rahim.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."
Khasiat dan Keutamaannya
Pertama, membuka pintu ampunan Allah
Dzikir ini adalah pengakuan bahwa kita memiliki kekurangan dan sangat membutuhkan ampunan Allah.
Allah berfirman:
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan atau menzalimi dirinya sendiri kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 110)
Kedua, membersihkan hati yang menghitam oleh dosa
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya seorang mukmin apabila berbuat dosa, maka timbullah satu titik hitam di hatinya." (HR. Tirmidzi)
Istighfar yang terus-menerus akan menghapus noda tersebut sehingga hati kembali hidup.
Ketiga, mendatangkan jalan keluar dari kesulitan
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesedihan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud)
Keempat, mengundang kasih sayang Allah
Dalam doa ini kita memanggil Allah dengan dua nama-Nya: At-Tawwab (Maha Penerima Tobat) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Siapa yang sering mengulangnya berarti ia terus mengetuk pintu rahmat Allah.
Kisah Inspiratif
Ada seorang pedagang kecil yang usahanya hampir bangkrut. Hutang menumpuk, pelanggan berkurang, dan setiap malam ia sulit tidur. Suatu hari ia mendengar ceramah tentang kebiasaan Rasulullah SAW yang sering beristighfar padahal beliau maksum dari dosa.
Sejak itu ia membiasakan membaca:
"Allahummaghfir li wa tub 'alayya innaka antat-Tawwabur Rahim"
seratus kali setiap selesai Subuh dan seratus kali setelah Magrib.
Bukan karena mengharapkan kekayaan mendadak, tetapi karena ingin memperbaiki hubungannya dengan Allah.
Beberapa bulan kemudian, yang Ia menjadi lebih tenang, lebih sabar, lebih rajin shalat berjamaah, dan lebih jujur dalam berdagang.
Setelah itu perlahan-lahan pelanggan kembali datang. Hutangnya mulai terbayar satu demi satu.
Ketika ditanya apa rahasia keberhasilannya, ia menjawab:
"Bukan istighfar yang mengubah keadaan saya terlebih dahulu. Istighfar mengubah hati saya. Ketika hati berubah, Allah membuka jalan yang sebelumnya tidak saya lihat."
Renungan
Menariknya, Rasulullah SAW yang sudah dijamin surga masih beristighfar puluhan bahkan ratusan kali sehari.
Lalu bagaimana dengan kita yang setiap hari masih melakukan kesalahan dengan lisan, pandangan, hati, dan perbuatan?
Mungkin ada doa yang belum terkabul, rezeki yang terasa sempit, atau urusan yang terasa berat. Bisa jadi kita perlu lebih sering mengetuk pintu langit dengan doa yang sederhana ini:
Allahummaghfir li wa tub 'alayya innaka antat-Tawwabur Rahim.
Bacalah dengan hati yang hadir, terutama setelah salat, saat sahur, atau menjelang tidur. Tidak ada seorang hamba yang datang kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh, kecuali Allah akan menyambutnya dengan rahmat yang lebih besar daripada dosa-dosanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar