Hadapi Masalah dengan Iman dan Taqwa
Dahulu ada seorang pedagang kecil yang mengalami kebangkrutan. Tokonya habis terbakar. Modal lenyap. Ia pulang ke rumah dengan langkah gontai.
Malam itu istrinya bertanya, "Apa yang tersisa dari usaha kita?"
Dengan mata berkaca-kaca ia menjawab, "Yang tersisa hanya sajadah dan keimanan."
Sejak hari itu ia memperbanyak shalat berjamaah, memperbanyak istighfar, menjaga sedekah walaupun sedikit, dan tidak pernah meninggalkan tahajud.
Orang-orang menganggapnya sudah selesai.
Tetapi ia yakin Allah belum selesai menolongnya.
Berbulan-bulan kemudian, seseorang yang mengetahui kejujurannya menawarkan kerja sama usaha. Sedikit demi sedikit kehidupannya bangkit kembali. Bahkan usahanya menjadi lebih besar daripada sebelumnya.
Ketika ditanya apa rahasia kebangkitannya, ia menjawab:
"Saat hartaku habis, aku baru sadar bahwa yang paling berharga bukan uang, melainkan hubungan dengan Allah."
Sahabatku,
Keterpurukan bukanlah akhir perjalanan.
Nabi Ayyub 'alaihis salam pernah sakit bertahun-tahun, kehilangan harta dan keluarga, tetapi tidak kehilangan iman.
Nabi Yusuf 'alaihis salam pernah dibuang ke sumur dan dipenjara, tetapi akhirnya Allah mengangkat derajatnya.
Maka jangan menyerah hanya karena hari ini keadaan belum berubah.
Tetaplah shalat.
Tetaplah berdoa.
Tetaplah bersabar.
Tetaplah bertakwa.
Sebab sering kali pertolongan Allah datang ketika manusia sudah merasa tidak memiliki apa-apa selain harapan kepada-Nya.
Jangan takut jika hidup sedang terpuruk. Takutlah jika keterpurukan itu membuat kita jauh dari Allah. Karena selama iman masih ada di dada dan takwa masih dijaga, sesungguhnya harapan belum pernah mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar