Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 17 Juni 2026

Ada Nasib Saat Semua Orang Tidur

Ada Nasib Saat Semua Orang Tidur

Pagi ini saya ingin mengajak kita merenung.
Ada orang yang bangun sebelum azan Subuh. Ia berwudu dalam dinginnya air, berjalan ke masjid ketika jalanan masih gelap, lalu berdiri menghadap Allah saat kebanyakan manusia masih terlelap.

Mungkin tidak ada yang melihatnya.
Tidak ada tepuk tangan.
Tidak ada pujian.
Tetapi bisa jadi, pada saat itulah Allah sedang menulis takdir kebaikan yang besar untuk hidupnya.

Rasulullah SAW bersabda:
"Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan malam dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Banyak orang mengejar dunia sejak pagi. Ada yang mengejar jabatan, harta, dan pujian manusia. Itu tidak salah. Namun ada satu pertanyaan yang jarang kita tanyakan:
Sudahkah kita mengejar ridha Allah sebagaimana kita mengejar dunia?

Seorang ulama pernah bercerita tentang seorang lelaki tua yang tidak pernah meninggalkan salat Subuh berjamaah selama puluhan tahun. Ketika beliau meninggal, warga kampung kehilangan satu pemandangan yang selalu mereka lihat setiap fajar.

Anak-anak muda yang biasa melihat langkahnya menuju masjid menangis.
Bukan karena ia orang kaya.
Bukan karena ia pejabat.
Tetapi karena ia meninggalkan jejak keteladanan.

Ternyata, kemuliaan seseorang tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang mengenalnya, tetapi seberapa dekat ia dengan Allah ketika manusia lain lalai.

Allah berfirman:
"Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan." (QS. Al-Baqarah: 148)

Pagi ini, mari bertanya kepada diri sendiri:
Jika hari ini adalah hari terakhir hidup kita, bekal apa yang sudah kita siapkan untuk pulang?

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang menjaga salat, memakmurkan masjid, memperbanyak dzikir, dan menutup usia dalam keadaan husnul khatimah.

Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik.

Selamat pagi. Jangan hanya memulai hari dengan pekerjaan, tetapi mulailah dengan mendekat kepada Allah. Sebab rezeki terbesar bukanlah harta, melainkan hati yang selalu terhubung dengan-Nya. 

Tidak ada komentar: