SELAMAT dari KEPUTUSASAAN
Suatu malam, seorang sopir angkutan duduk termenung di dalam kendaraannya. Matanya memandang kosong ke arah jalan yang gelap.
Kendaraan yang menjadi sumber nafkah keluarga sering rusak. Hutang cicilan menumpuk. Istrinya mulai sering sakit. Sementara anak sulungnya akan masuk sekolah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Malam itu, ia menangis.
Karena merasa sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Keesokan harinya, setelah salat Subuh di masjid, ia membaca dzikir:
"Ya Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghits, ashlih li sya'ni kullahu, wa la takilni ila nafsi tharafata 'ain."
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Mengurus segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata."
(HR. An-Nasa'i dan Al-Hakim)
Sang sopir merasa kalimat terakhir doa itu sangat menampar hatinya.
"Jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata."
Ia sadar selama ini terlalu sibuk memikirkan kekuatannya sendiri.
Setelah itu, hatinya menjadi lebih tenang. Lebih yakin bahwa Allah sedang mengatur jalan keluar yang belum terlihat.
Beberapa bulan kemudian, Kendaraannya terpilih menjadi salah satu armada yang rutin digunakan. Penghasilannya mulai membaik. Hutang sedikit demi sedikit terbayar.
Ketika ditanya apa yang paling berharga dari semua itu, ia menjawab:
"Sebelum Allah memperbaiki rezeki saya, Allah lebih dulu memperbaiki hati saya."
Inilah salah satu rahasia doa yang agung ini.
Pertolongan pertama yang Allah berikan adalah ketenangan hati. Ketika hati sudah tenang, seseorang mampu melihat jalan keluar yang sebelumnya tertutup oleh kepanikan.
Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan doa yang luar biasa ini:
"Ya Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghits, ashlih li sya'ni kullahu, wa la takilni ila nafsi tharafata 'ain."
Doa ini mengandung pengakuan bahwa kita lemah.
Bahwa kita tidak mampu mengatur hidup sendiri.
Bahwa tanpa pertolongan Allah, kita tidak akan sanggup menghadapi ujian sekecil apa pun.
Allah berfirman:
"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. At-Talaq: 2)
Jika hari ini hidup terasa berat, jangan berhenti berusaha.
Tetapi jangan pula lupa mengetuk pintu langit.
Siapa tahu jalan keluar yang selama ini dicari sedang dipersiapkan oleh Allah, dan yang perlu kita lakukan hanyalah terus memohon:
"Ya Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghits..."
Sebab tidak ada masalah yang lebih besar daripada rahmat Allah, dan tidak ada pintu yang tetap tertutup jika Allah sendiri yang membukakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar