Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 20 Agustus 2025

Membaca Surah Al-mulk Dan Surah As-sajdah Setelah Magrib Atau Menjelang Tidur

Membaca Surah Al-mulk Dan Surah As-sajdah Setelah Magrib Atau Menjelang Tidur 

adalah amalan yang memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi ﷺ dan banyak dikuatkan oleh kisah-kisah para salaf serta ulama. Saya akan jelaskan secara lengkap dalam empat bagian: dalil dan keutamaan, waktu terbaik membacanya, kisah inspiratif pengamalnya, dan hikmah yang bisa kita petik.


Dalil dan Keutamaan Membaca Surah Al-Mulk

Surah ini disebut juga Tabarakalladzi biyadihil mulk (QS. Al-Mulk: 1-30), dan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa ia adalah penyelamat dari siksa kubur:

Hadis utama:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«إِنَّ سُورَةً فِي الْقُرْآنِ ثَلَاثِينَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ، تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ»
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Artinya:
"Ada satu surah dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 30 ayat, yang memberi syafaat bagi pembacanya hingga diampuni dosanya, yaitu Surah Tabarakalladzi biyadihil mulk (Al-Mulk)."

Keutamaan utama:

  • Menjadi pelindung dari azab kubur (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
  • Memberikan syafaat di hari kiamat
  • Menjadi penjaga iman saat sakaratul maut

Dalil dan Keutamaan Membaca Surah As-Sajdah

Surah As-Sajdah (QS. 32) adalah surah yang Rasulullah ﷺ baca setiap malam bersama Surah Al-Mulk. Dalam hadis sahih disebutkan:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ: «الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ» وَ «تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ»
(HR. Tirmidzi, Ahmad)

Artinya:
"Rasulullah ﷺ tidak tidur hingga membaca 'Alif Lam Mim Tanzil' (As-Sajdah) dan 'Tabarakalladzi biyadihil mulk' (Al-Mulk)."

Keutamaan utama:

  • Menjadi penerang kubur
  • Mengingatkan tentang hari kebangkitan dan sujud kepada Allah
  • Menguatkan iman karena mengandung ayat-ayat tauhid, qiyamah, dan peringatan

Kapan Waktu Terbaik Membacanya?

Para ulama menjelaskan dua waktu utama:

  • Setelah Magrib: Sebagai persiapan malam, sekaligus mengisi awal malam dengan amal baik.
  • Menjelang tidur: Berdasarkan hadis di atas, karena Nabi ﷺ membacanya sebelum tidur.

Kisah-Kisah Inspiratif Para Pengamalnya

Berikut adalah beberapa riwayat dan kisah yang masyhur:

Kisah 1 – Pelindung dari Siksa Kubur

Dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
"Barangsiapa membaca Tabarakalladzi (Al-Mulk) setiap malam, maka Allah melindunginya dari siksa kubur. Dahulu kami di masa Nabi ﷺ menamainya ‘Al-Mani’ah’ (yang mencegah siksa)."
(HR. An-Nasa’i)

Ada kisah sahabat yang dimakamkan, lalu terdengar dari kuburnya suara bacaan Tabarakalladzi. Nabi ﷺ bersabda:
"Ia adalah pelindung, penyelamat dari siksa kubur."
(HR. Hakim)


Kisah 2 – Syafaat di Hari Kiamat

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Surah Al-Mulk akan datang di hari kiamat seperti seekor burung yang menaungi pembacanya, lalu berkata kepada Allah:
"Ya Rabb, aku mencegahnya dari siksa-Mu di dunia, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya hari ini."
Lalu Allah menerima syafaat itu.


Kisah 3 – Kisah Ulama Salaf

Dikisahkan seorang ahli ibadah yang selalu membaca Al-Mulk dan As-Sajdah setiap malam. Ketika meninggal, salah satu muridnya bermimpi bertemu dia dalam keadaan wajahnya bercahaya. Ketika ditanya, ia menjawab:
"Cahaya ini karena aku tidak pernah meninggalkan dua surah itu sebelum tidur. Allah menjadikannya cahaya di alam barzakh."


Kisah 4 – Pengalaman Penjaga Iman

Dalam kitab Raudhah al-Muhibbin, ada seorang saleh yang terbiasa membaca dua surah ini setiap malam. Saat meninggal, keluarganya melihat senyum indah di wajahnya. Ketika mereka memakamkannya, seorang alim bermimpi dan berkata:
"Aku melihat dia aman dari pertanyaan Munkar Nakir, karena setiap malam dia membaca ayat-ayat tentang kematian dan kebangkitan dalam Surah As-Sajdah, sehingga ia siap menjawab di kubur."


Hikmah dan Pesan Penting

  • Membaca dua surah ini bukan hanya untuk perlindungan, tetapi juga untuk mengingatkan diri akan kematian, kebangkitan, dan tanggung jawab di akhirat.
  • Orang yang istiqamah mengamalkan ini akan mendapat kemuliaan bahkan setelah wafat, bukan karena sekadar bacaan, tetapi karena iman yang tertanam melalui ayat-ayatnya.


Tidak ada komentar: