Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 19 Februari 2026

Enam Adab Berpuasa Yang Penting Dijaga Agar Puasa Bernilai Tinggi Di Sisi Allah

Enam Adab Berpuasa Yang Penting Dijaga Agar Puasa Bernilai Tinggi Di Sisi Allah

Pertama, meluruskan niat karena Allah.
Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Rabb-nya. Menata niat sejak malam atau sebelum Subuh menjadikan puasa bernilai ikhlas, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Kedua, menjaga lisan dari dosa.
Puasa bukan hanya menahan perut, tetapi juga menahan lidah. Menghindari dusta, ghibah, fitnah, kata kotor, dan perdebatan sia-sia adalah adab utama. Rasulullah mengingatkan, jika seseorang diajak bertengkar, hendaknya ia berkata, “Aku sedang berpuasa.”
Ketiga, menjaga pandangan dan pendengaran.
Mata dan telinga juga ikut berpuasa. Menundukkan pandangan dari yang haram dan menjauhkan telinga dari gosip, musik yang melalaikan, serta pembicaraan maksiat menjaga kesucian puasa.
Keempat, menahan anggota tubuh dari maksiat.
Tangan, kaki, dan seluruh anggota badan dijaga dari perbuatan yang dilarang. Puasa yang baik adalah puasa yang membuat seluruh tubuh tunduk dalam ketaatan.
Kelima, tidak berlebihan saat berbuka dan sahur.
Adab puasa adalah sederhana. Berbuka secukupnya, tidak berlebihan, dan mendahulukan yang dianjurkan seperti kurma dan air. Perut yang terlalu penuh seringkali mematikan semangat ibadah malam.
Keenam, memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Puasa seharusnya mendekatkan diri kepada Allah. Memperbanyak Al-Qur’an, dzikir, doa, sedekah, salat malam, dan membantu sesama adalah adab yang menyempurnakan puasa.
Puasa yang dijaga adabnya akan melahirkan takwa, bukan hanya rasa lapar. Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan sekadar gugurnya kewajiban, tetapi benar-benar menjadi jalan perubahan hati.

Tidak ada komentar: