Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 07 Februari 2026

KEHIDUPAN ITU SEPERTI JALAN RAYA

KEHIDUPAN ITU SEPERTI JALAN RAYA

Bayangkan…
Sejak lahir, kita sudah “masuk jalan”. Setiap hari kita melaju, entah pelan atau kencang.

Pertama, setiap orang punya jalur masing-masing.
Ada jalan lurus dan mulus, ada yang berlubang dan berkelok. 

Allah tidak menyamakan kondisi, tapi menyamakan tujuan: apakah kita tetap menuju arah yang benar.

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.”
(QS. Al-Balad: 10)

Kedua, ada rambu dan aturan.
Di jalan raya, siapa yang melanggar lampu merah pasti berisiko celaka. Dalam hidup, rambu itu adalah Al-Qur’an dan sunnah. Larangan bukan untuk mengekang, tapi untuk menyelamatkan.

“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia. Janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain yang mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”
(QS. Al-An‘am: 153)

Ketiga, kecepatan tidak menjamin selamat.

Di jalan, yang ngebut sering justru paling rawan kecelakaan. Dalam hidup, yang tergesa mengejar dunia, sering lupa mengerem hawa nafsu.

Rasulullah SAW bersabda,
“Tenang dan perlahan itu dari Allah, tergesa-gesa itu dari setan.” (HR. Tirmidzi)

Keempat, kita butuh lampu dan rem.

Lampu adalah iman— agar tahu arah di tengah gelap. Rem adalah takwa— agar berhenti saat hampir jatuh ke dosa. Tanpa keduanya, kendaraan sehebat apa pun bisa hancur.

Kelima, setiap jalan pasti ada persimpangan.

Kadang kita harus memilih: lurus atau belok, sabar atau marah, jujur atau curang. Di persimpangan itulah kualitas iman diuji.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar.”
(QS. At-Talaq: 2)

Dan yang paling menggetarkan…
Di ujung jalan raya kehidupan, ada pos pemeriksaan terakhir.

Semua kendaraan berhenti. Tidak ditanya seberapa cepat, tapi apakah kita taat aturan.

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan.”
(QS. At-Takatsur: 8)

Maka jika hari ini jalannya terasa macet, berlubang, atau membuat lelah… jangan putus asa. Yang penting bukan siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang selamat sampai tujuan.

Karena hidup bukan soal ngebut di dunia,
tapi selamat tiba di akhirat.

Tidak ada komentar: