MATERI KULTUM
Ramadhan: Datang Membawa Ampunan, Pergi Meninggalkan Rindu
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan latihan hati, bulan perbaikan diri, dan bulan penghapusan dosa.
Isi Kultum
PERTAMA, RAMADHAN ADALAH BULAN AMPUNAN
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Ini kabar gembira bagi kita semua.
Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya.
Yang diminta hanya satu: kejujuran hati untuk bertobat dan kesungguhan untuk berubah.
Kedua, RAMADHAN MELATIH KESABARAN DAN KEIKHLASAN
Saat berpuasa, kita belajar sabar dari hal-hal yang paling dasar: makan, minum, dan emosi.
Bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan lisan, pandangan, dan perasaan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa puasa diwajibkan agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa.
Artinya, puasa bukan sekadar ritual, tapi sarana membentuk hati yang lebih takut kepada Allah dan lebih lembut kepada sesama.
Ketiga, RAMADHAN AKAN PERGI, TAPI BEKASNYA HARUS TINGGAL
Setiap Ramadhan pasti berlalu.
Yang menjadi pertanyaan bukan berapa hari kita berpuasa, tapi apa yang berubah setelahnya.
Apakah salat kita lebih terjaga?
Apakah dzikir kita lebih hidup?
Apakah hati kita lebih mudah memaafkan?
Orang yang beruntung bukan hanya yang meramaikan Ramadhan, tetapi yang membawa ruh Ramadhan ke bulan-bulan setelahnya.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita isi malam-malam Ramadhan dengan taubat, dzikir, dan doa.
Jangan tunda kebaikan, karena kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan berikutnya.
Doa
Ya Allah,
ampuni dosa-dosa kami,
terimalah puasa dan ibadah kami,
lembutkan hati kami,
dan jadikan Ramadhan ini titik balik kehidupan kami menuju ridha-Mu.
Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami’ul ‘Alim, wa tub ‘alaina innaka Antat-Tawwabur Rahim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar