Belajar Setia dalam Hal Kecil
(puasa hari keempat)
Pagi ini, Ramadhan menyapa dengan menenteramkan.
Langit belum sepenuhnya terang, namun hati kita lebih peka akan kehadiran Allah.
Dikisahkan, para sahabat bertanya, “Amal apakah yang paling dicintai Allah?”
Rasulullah SAW menjawab bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah
yang dilakukan terus-menerus, meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hari ini mungkin rasa lapar mulai terasa lebih jujur.
Namun justru di sinilah nilai ibadah diuji.
Bahwa takwa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga,
tetapi menahan hati dari keluh kesah, menjaga lisan dari sia-sia, dan meluruskan niat agar tetap karena Allaah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggal kan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Puasa hari keempat adalah undangan lembut:
untuk memperbaiki kualitas puasa kita untuk lebih bertakwa kepada Allaah.
Mari awali pagi ini dengan doa:
Ya Allah, jika hari-hari awal Ramadhan kami lalui dengan semangat, maka hari ini ajari kami istiqomah.
Jika ibadah kami masih sederhana, terimalah puasa kami karena ridha-Mu.
Jadikan puasa ini jalan menuju takwa yang sebenar-benarnya.
Aamiin ya rabbal aalamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar