PENUTUP MALAM RAMADHAN
Malam kian larut.
Riuh dunia perlahan mereda.
Di saat banyak mata terpejam,
Ramadhan mengajarkan kita satu rahasia:
Allah sering hadir dalam keheningan.
Di zaman Nabi, ada seorang sahabat yang tak dikenal banyak orang.
Namun setiap malam, ia menutup harinya dengan taubat dan istighfar.
Ketika ditanya amalan apa yang ia banggakan,
ia menjawab lirih,
“Aku tidur tanpa menyimpan dendam pada siapa pun.”
Ada pula kisah seorang sahabat yang menangis di malam hari, karena takut amal kecilnya tak diterima.
Ia berkata, “Seandainya Allah menerima satu sujudku saja,
itu sudah cukup bagiku.”
Hari ini mungkin puasa kita masih diuji sabar,
salat kita masih belajar khusyuk, doa kita kadang terputus oleh lelah.
Allaah berfirman:
“Dan Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Kahfi: 58)
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan,
dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
Maka sebelum mata terpejam malam ini, kita bisikkan istighfar, kita rapikan niat,
kita titipkan harapan esok hari
agar lebih baik dari hari ini.
Ya Allah, jika hari ini kami belum mampu menjadi hamba yang taat sepenuhnya,
jangan Engkau tutup pintu rahmat-Mu.
Ampuni yang lalai, terimalah yang sedikit, dan bangunkan kami esok hari dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kuat.
Selamat beristirahat.
Semoga tidur kita bernilai ibadah, dan esok Ramadhan kembali menyapa dengan cahaya dan keberkahan.
Aamiin ya rabbal aalamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar