Tidak Shalat, Amal Kita Beterbangan Bagai Debu
Pagi ini mari kita renungkan sejenak…
Betapa banyak manusia yang merasa sudah berbuat baik.
Suka menolong, rajin sedekah, ringan tangan membantu sesama…
Namun, ada satu amalan yang ditinggalkan yaitu Shalat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Wa qadimnaa ilaa maa ‘amiluu min ‘amalin faja’al naahu habaa’an mantsuuraa.”
(QS. Al-Furqan: 23)
Artinya:
“Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”
Bayangkan Sobat semua...
Amal yang selama ini kita banggakan… Hilang… tak tersisa… seperti debu yang ditiup angin…
Kenapa bisa begitu?
Karena shalat adalah tiang agama. Tanpa shalat, amal ibadah lainnya tidak punya penopang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Awwalu maa yuhaasabu bihil ‘abdu yaumal qiyaamahis shalaah.” (HR. Tirmidzi)
Artinya:
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.”
Jika shalatnya baik… maka baiklah seluruh amalnya.
Jika shalatnya rusak… maka rusaklah semuanya.
Kisah Renungan
Ada seseorang yang dikenal dermawan di kampungnya.
Setiap ada yang kesusahan, dia hadir.
Setiap ada yang membutuh kan, dia membantu. Namun sayang… dia jarang shalat.
Suatu hari seorang alim menasihatinya:
“Wahai saudaraku, amalmu itu indah… tapi tanpa shalat, engkau seperti menanam di tanah yang tandus.”
Orang itu terdiam…
Dan sejak hari itu, ia mulai menjaga shalatnya.
Perlahan hidupnya berubah…
Hatinya lebih tenang… rezeki juga berdatangan.
Pesan Pagi Ini
Jangan sampai kita tertipu dengan banyaknya amal…
Tapi lupa menjaga shalat.
Karena shalat adalah penentu diterima atau tidaknya seluruh amal kita.
Maka Mulai hari ini…
Mari jaga shalat kita… tepat waktu… penuh khusyuk…
Karena yang menyelamatkan kita di akhirat adalah SHALAT bukan banyaknya amal…
Ya Allah…
Jangan jadikan amal kami seperti debu yang beterbangan…
Tetapi jadikanlah shalat kami sebagai penopang dan penyelamat di hari akhir…
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar