Ismilianto, M.Pd
Rabu, 02 April 2025
Surah Yusuf Ayat 101
Shalawat Al-Fatih untuk ruqyah dan pengobatan dari gangguan jin, sihir, dan santet.
Shalawat Al-Fatih untuk ruqyah dan pengobatan dari gangguan jin, sihir, dan santet.
Berikut cara menggunakannya:
1. Niat yang Kuat dan Ikhlas
Sebelum membaca Shalawat Al-Fatih untuk ruqyah atau pengobatan, niatkan dengan tulus hanya karena Allah. Bisa diniatkan untuk penyembuhan diri sendiri atau orang lain yang mengalami gangguan.
2. Berwudhu dan Bersuci
Usahakan dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar. Jika memungkinkan, lakukan di tempat yang bersih dan nyaman.
3. Membaca Shalawat Al-Fatih Secara Rutin
- Dibaca 11, 33, atau 100 kali setiap hari, terutama setelah salat fardhu atau sebelum tidur.
- Jika untuk pengobatan diri sendiri atau orang lain yang terkena gangguan jin atau santet:
- Bacakan Shalawat Al-Fatih sebanyak 7, 11, atau 41 kali di dekat penderita atau langsung di telinga penderita.
- Tiupkan ke air putih setelah membaca, lalu minumkan dan gunakan untuk mandi.
4. Meniup ke Media Pengobatan
- Bisa ditiupkan ke air zam-zam, air putih biasa, minyak zaitun, atau madu setelah membaca Shalawat Al-Fatih 11 atau 41 kali.
- Air atau minyak ini bisa diminum dan dioleskan ke tubuh penderita, terutama di bagian yang terasa sakit atau panas.
5. Mengusapkan ke Tubuh
Setelah membaca Shalawat Al-Fatih, tiupkan ke tangan dan usapkan ke kepala, dada, perut, dan bagian tubuh lain yang terasa tidak nyaman.
6. Menggunakan sebagai Perlindungan Rumah dan Lingkungan
- Bacakan Shalawat Al-Fatih 7 kali di setiap sudut rumah untuk menangkal gangguan jin dan energi negatif.
- Bisa juga dibaca saat memercikkan air ruqyah ke sudut rumah.
7. Menggabungkan dengan Ayat-Ayat Ruqyah
Selain membaca Shalawat Al-Fatih, sebaiknya dikombinasikan dengan ayat-ayat ruqyah, seperti:
- Al-Fatihah (7x)
- Ayat Kursi (1-3x)
- Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3x)
- Al-Baqarah ayat 102, 255-257, dan 285-286
8. Tanda-Tanda Gangguan Mulai Berkurang
Jika penderita mengalami muntah, keringat dingin, tubuh bergetar, atau merasa lega setelah membaca dan mendengarkan Shalawat Al-Fatih, itu tanda reaksi positif. Teruskan hingga gangguan benar-benar hilang.
9. Konsisten dan Tawakkal
Pengaruh Shalawat Al-Fatih dalam ruqyah membutuhkan kesabaran dan keyakinan. Jika dilakukan dengan istiqamah, insyaAllah akan memberikan perlindungan dan kesembuhan dengan izin Allah.
Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan.
Kisah Nabi Yusuf tentang takwil mimpi
Kisah Nabi Yusuf tentang takwil mimpi merupakan bagian yang sangat menarik dalam sejarah kenabian, karena menunjukkan bagaimana mimpi bisa menjadi kenyataan dengan izin Allah. Berikut rangkaian kisahnya:
Mimpi Yusuf dan Takwil Ayahnya
Sejak kecil, Nabi Yusuf telah dikaruniai keistimewaan berupa kemampuan menakwil mimpi. Suatu hari, ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ia menceritakan mimpi ini kepada ayahnya, Nabi Ya’qub, yang segera memahami bahwa Yusuf akan mendapatkan kedudukan tinggi di masa depan. Nabi Ya’qub pun memperingatkan agar Yusuf tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya karena khawatir mereka akan iri dan merancang tipu daya terhadapnya.
Kisah Yusuf Dibuang ke Sumur dan Dijual sebagai Budak
Saudara-saudaranya yang merasa iri terhadap kasih sayang ayah mereka kepada Yusuf akhirnya membuat rencana untuk menyingkirkannya. Mereka membuang Yusuf ke dalam sumur dan berpura-pura bahwa ia telah dimangsa serigala. Yusuf kemudian ditemukan oleh kafilah dagang yang melewati tempat itu, lalu dijual sebagai budak di Mesir. Di sana, ia dibeli oleh Al-Aziz, seorang pejabat Mesir, dan tinggal di rumahnya.
Takwil Mimpi di Penjara
Setelah mengalami fitnah dari istri Al-Aziz, Yusuf dipenjara. Di dalam penjara, ia bertemu dengan dua orang yang juga dipenjara karena tuduhan terhadap mereka. Keduanya menceritakan mimpi mereka kepada Yusuf, berharap ia dapat menakwilnya. Salah satu dari mereka bermimpi memeras anggur, sedangkan yang lain bermimpi membawa roti di atas kepalanya dan dimakan burung. Yusuf menakwilkan bahwa yang pertama akan kembali bekerja sebagai pelayan raja, sedangkan yang kedua akan dihukum mati. Takwil ini terbukti benar.
Takwil Mimpi Raja Mesir
Beberapa tahun kemudian, Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus dan tujuh tangkai gandum hijau serta tujuh tangkai lainnya kering. Raja meminta orang-orangnya untuk menakwilkan mimpi itu, tetapi mereka tidak mampu. Pelayan yang pernah dipenjara bersama Yusuf teringat akan kemampuannya dan menyampaikan hal ini kepada raja.
Yusuf menakwilkan bahwa Mesir akan mengalami tujuh tahun masa subur, diikuti oleh tujuh tahun kekeringan, dan setelah itu akan datang tahun kelimpahan kembali. Raja sangat kagum dengan kebijaksanaan Yusuf dan mengangkatnya sebagai bendahara kerajaan untuk mengatur perekonomian selama masa sulit.
Mimpi Yusuf Menjadi Kenyataan
Ketika masa kekeringan melanda, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk mencari makanan, tanpa menyadari bahwa Yusuf kini menjadi pejabat tinggi. Setelah beberapa peristiwa, Yusuf akhirnya mengungkapkan identitasnya dan memaafkan saudara-saudaranya. Kemudian, ia mengundang ayahnya dan seluruh keluarganya untuk tinggal di Mesir. Saat bertemu kembali, ayah, ibu, dan sebelas saudaranya bersujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan, yang merupakan penggenapan dari mimpi masa kecilnya.
Khasiat dan Hikmah dari Kisah Ini
- Mimpi bisa menjadi kenyataan dengan izin Allah – Jika datang dari Allah, mimpi bisa menjadi petunjuk bagi masa depan, seperti yang terjadi pada Nabi Yusuf.
- Kesabaran akan membawa keberhasilan – Yusuf mengalami banyak cobaan, tetapi ia tetap sabar dan akhirnya mencapai kedudukan tinggi.
- Keahlian dalam menakwil mimpi adalah anugerah dari Allah – Tidak semua orang memiliki kemampuan ini, dan Yusuf mendapatkannya sebagai karunia khusus.
- Kebaikan dan kejujuran selalu menang – Meskipun difitnah dan dipenjara, Yusuf tetap berpegang pada kebenaran dan akhirnya diberi kemuliaan.
- Allah Maha Mengatur takdir – Apa yang tampak sebagai musibah (dibuang ke sumur) ternyata adalah jalan menuju kemuliaan.
Demikianlah kisah dan khasiat takwil mimpi Nabi Yusuf yang mengandung banyak pelajaran berharga.
Senin, 31 Maret 2025
TA’AWUDZ IZRAIL
TA’AWUDZ IZRAIL:
"A’uzubillahi minannar wa min syarril kuffar wa min ghadabil Jabbar, al-‘izzatu lillahi wa lirrasulihi wa lil-mu’minin."
yang artinya:
"Aku berlindung kepada Allah dari api neraka, dari kejahatan orang-orang kafir, dan dari murka Allah Yang Maha Perkasa. Kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman."
Dzikir ini sangat kuat untuk melawan sihir, guna-guna, dan gangguan jin karena mengandung permohonan perlindungan kepada Allah dari segala bentuk kejahatan. Berikut cara mengamalkannya:
Petunjuk Pemakaian Ta’awudz Izrail untuk Melawan Sihir:
-
Dibaca 100 Kali Sehari
- Pagi setelah shalat Subuh dan sore setelah shalat Maghrib.
- Jika merasa ada gangguan yang berat, bisa ditambah sampai 313 kali setiap hari selama 7 hari berturut-turut.
-
Dibaca Sebelum Tidur
- Baca 7 kali sebelum tidur sambil meletakkan tangan di dada.
- Tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh sebelum tidur sebagai perlindungan dari gangguan jin dan sihir malam hari.
-
Dibaca Saat Merasa Gelisah, Marah, atau Tiba-Tiba Berubah Perilaku
- Jika seseorang yang terkena gangguan tiba-tiba marah atau bertindak aneh, dzikir ini bisa dibaca 3 atau 7 kali di dekatnya atau sambil mengusap kepalanya (jika memungkinkan).
- Jika orang yang terkena gangguan bisa membaca sendiri, dorong dia untuk mengulanginya sebanyak mungkin sampai hatinya tenang.
-
Ditiupkan ke Air untuk Minum dan Mandi
- Baca Ta’awudz Izrail sebanyak 7 kali di atas segelas air, lalu tiupkan ke air tersebut.
- Air ini bisa diberikan untuk diminum dan sisanya digunakan untuk mandi (disiram dari kepala ke seluruh tubuh).
- Lakukan ini setiap hari selama 7 hari berturut-turut.
-
Dibaca Saat Merasa Ada Gangguan Makhluk Halus
- Jika ada firasat bahwa ada gangguan jin atau sihir, segera baca 3 kali dan tiupkan ke arah kanan, kiri, depan, dan belakang sebagai perlindungan.
-
Dibacakan di Rumah untuk Membersihkan Energi Negatif
- Jika rumah terasa berat, sering muncul gangguan aneh, atau ada tanda-tanda sihir, bacakan Ta’awudz Izrail sebanyak 100 kali di rumah, terutama di sudut-sudut ruangan.
- Setelah itu, bisa ditambah dengan membaca Ayat Kursi dan surat Al-Baqarah ayat 1-5.
Tambahan: Mengombinasikan dengan Dzikir Perlindungan Lain
Untuk hasil lebih kuat, Ta’awudz Izrail bisa digabungkan dengan:
- Ayat Kursi (1x) setiap selesai shalat.
- Shalawat Al-Fatih (11x atau 100x) setelah Maghrib atau Subuh.
- Hasbunallah wa ni’mal wakil (100x) untuk meminta perlindungan Allah dari segala bahaya.
Amalkan ini dengan istiqamah, insyaAllah sihir dan gangguan akan berangsur hilang. Semoga Allah memberikan perlindungan dan kesembuhan.
Jika ada dugaan terkena guna-guna atau ilmu hitam
Jika ada dugaan terkena guna-guna atau ilmu hitam, yang pertama perlu dilakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan yang bisa membantu membersihkan diri dan melindungi dari gangguan tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati kondisi tersebut:
Amalan untuk Penyembuhan
-
Ruqyah Syariyyah (Pengobatan dengan Al-Qur'an)
Baca surat-surat berikut di depan orang yang terkena gangguan atau bisa juga diairkan untuk diminum:- Surat Al-Fatihah (7 kali)
- Surat Al-Baqarah (ayat 1-5, Ayat Kursi, dan Ayat 255-257) yaitu: Berikut adalah Surat Al-Baqarah (ayat 1-5, Ayat Kursi, dan ayat 255-257) dalam Latin dan terjemahannya:
Surat Al-Baqarah Ayat 1-5
1. Alif laam miim.
2. Żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn.
(Inilah Kitab (Al-Qur'an) yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.)3. Allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn.
((Yaitu) orang-orang yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.)4. Wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wa bil-ākhirati hum yụqinụn.
(Dan orang-orang yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu, dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat.)5. Ulā
ika 'alā hudam mir rabbihim, wa ulā
ika humul-muf'liḥụn.
(Merekalah yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.)
Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)
255. Allāhu lā ilāha illā huwa, al-ḥayyu al-qayyụm, lā ta
khużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi
iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā
, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat dalam memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.)
Surat Al-Baqarah Ayat 256-257
256. Lā ikrāha fid-dīn, qad tabayyana r-rusydu minal-gayyi, fa may yakfur bit-ṭāgụti wa yu`min billāhi faqadis-tamsaka bil-'urwaṡil-wuṡqā laṅ fiṣāma lahā, wallāhu samī'un 'alīm.
(Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu, siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, ia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.)257. Allāhu waliyyul-lażīna āmanụ yukh'rijuhum minaż-żulumāti ilan-nụr, wa l-lażīna kafarụ auliyā
uhumuṭ-ṭāgụtu yukh'rijụnahum minan-nụri ilaż-żulumāt, ulā
ika aṣḥābun-nār, hum fīhā khālidụn.
(Allah adalah Pelindung bagi orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah tagut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.)
Semoga bermanfaat dan membawa berkah.
- Surat Al-Falaq (3 kali)
- Surat An-Nas (3 kali)
- Surat Al-Ikhlas (3 kali)
Jika memungkinkan, baca secara langsung di depan orang yang terkena gangguan, atau bisa juga meniupkan ke dalam air dan diberikannya untuk diminum.
-
Dzikir Harian
Perbanyak dzikir "Laa ilaha illallah" sebanyak mungkin, terutama setelah shalat. Bisa juga membaca dzikir berikut:- "Hasbunallah wa ni’mal wakil" (100 kali setiap hari)
- "Bismillahirrahmanirrahim" setiap kali hendak melakukan sesuatu, termasuk sebelum tidur atau makan.
-
Shalawat Al-Fatih
Baca Shalawat Al-Fatih sebanyak mungkin untuk mendapatkan perlindungan dari gangguan ilmu hitam. Shalawat ini diyakini sangat ampuh untuk membuka pintu pertolongan dari Allah. -
Menggunakan Air Ruqyah
Baca ayat-ayat ruqyah (seperti yang disebutkan di atas) dan tiupkan pada air. Berikan air ini untuk diminum oleh orang yang terkena gangguan atau untuk disiramkan ke tubuhnya. -
Amalan Pagi dan Sore
- Membaca "Ayat Kursi" setelah shalat Subuh dan Maghrib.
- Membaca "Qul Huwa Allahu Ahad" (Surat Al-Ikhlas) 3 kali di pagi dan sore hari.
- Membaca "Qul A'udzu Birabbil Falaq" dan "Qul A'udzu Birabbinnas" 3 kali di pagi dan sore.
Pencegahan dan Perlindungan Diri
-
Menjaga Diri dari Sihir
Secara rutin, baca ayat-ayat perlindungan seperti yang disebutkan di atas untuk menghindari sihir dan gangguan jin. -
Berdoa dengan Khusyuk
Perbanyak doa memohon kepada Allah agar diberi kesembuhan dan perlindungan, seperti doa berikut:- "Ya Allah, sembuhkanlah hamba dari segala penyakit, gangguan, dan sihir, lindungilah hamba dan keluarga hamba dari kejahatan jin dan manusia."
- "Ya Allah, hilangkan segala kesedihan dan kemurungan, berikanlah kedamaian dalam hati dan pikiran."
Menghadapi Orang yang Menolak Pengobatan
Terkadang, orang yang terkena gangguan seperti ini menolak untuk berobat atau minum obat karena berbagai alasan. Namun, memberikan dukungan spiritual dan mendekatkan mereka pada Allah adalah hal yang penting. Jika memungkinkan, ajak dia untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang dapat menenangkan hatinya. Sering kali, ketenangan bisa didapat melalui ketundukan dan penghambaan kepada Allah.
Semoga dengan amalan-amalan ini, dia bisa mendapatkan kesembuhan dan perlindungan dari Allah. Jika perlu, juga bisa mendatangkan seseorang yang ahli dalam ruqyah untuk membantu.
Minggu, 30 Maret 2025
Teks Lengkap Takbiran Idul Fitri
Teks Lengkap Takbiran Idul Fitri yang biasa dikumandangkan:
اَللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, laa ilaaha illallah wallahu Akbar, Allah Akbar wa lillahil hamd.
اَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
Allah Akbar kabiran, walhamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa asila.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Laa ilaaha illallah wa laa na’budu illa iyyah, mukhlishina lahud-dina wa lau karihal kafirun.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Laa ilaaha illallah wahdah, sadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzaba wahdah.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.
Takbir ini dibaca terus menerus sejak malam takbiran hingga sebelum shalat Idul Fitri.
Sabtu, 29 Maret 2025
Jawaban ucapan teman idul Fitri
JAZAKUMULLAH KHAIRAN. Semoga Allah membalas dengan kebaikan berganda.
Kami sekeluarga juga mengucapkan,
Selamat Idul Fitri 1446 H.
Mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Keberkahan untuk Kita Semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin, Sholallahu 'ala Muhammad,
Ya Sayyidi Ya Rasulallah.